Harga dari Sebuah Kata Mayoran

Mayoran? Hmm… sepertinya para santri tak asing lagi dengan kata itu. Ya kan? Ada yang belum mengerti kah? Oke! mari saya jelaskan. Sebenarnya, arti mayoran itu sendiri adalah makan bersama. Tapi, kata mayoran telah menjadi ciri khas dan melekat dalam dunia kepesantrenan. Biasanya, tempat yang digunakan untuk mayoran adalah nampan besar yang di dalamnya sudah ada nasi dan bermacam – macam lauk, tapi yang membuat mayoran ini istimewa adalah dalam satu nampan bisa menampung 5 orang lebih untuk melahapnya. Kebayang gak sih, gimana cara makannya? Nah, caranya begini readers!. Duduklah melingkari nampan itu, namun arah duduk kita searah dengan jarum jam. Dengan cara itulah kita bisa menghemat tempat dan Insyaallah kita semua akan kebagian jatah untuk makan. Eits! Satu lagi, gunakan tangan kanan saja ya untuk makan, bisa – bisa kalau kita juga melibatkan tangan kiri malah jadi perang tangan. Waduh, jangan yaa.

Setelah mengetahui definisi dari mayoran itu sendiri, apakah kalian tahu harga dari sebuah mayoran? Memang sih, mayoran hanya terdiri dari 1 kata, 3 suku kata, dan 7 huruf. Tapi, apakah kalian tahu bahwa mayoran menyimpan beribu makna yang sangat berharga? Come on! Coba kita gali makna tersirat dari mayoran.

1. Nilai Kebersamaan

Bisa dilihat dari pengertian mayoran yang melibatkan orang banyak untuk melakukannya. Nilai kebersamaan inilah yang menjadikan kitauntuk menghargai sesama, karena disini kita sama – sama merasakan makanan itu dengan jumlah yang juga sama imbangnya. Hmm… mayoran juga bisa meningkatkan mood¬†makan lhoo. Coba saja, kalau kita makan seorang diri pasti rasanya seperti itu – itu saja. Bosandan sangat monoton. Akibatnya, mood makan kita menurun lalu rasannya malas untuk memasukkan makanan ke mulut kita. Is that true?.¬†

2. Berbagi

Satu nampan itu, berapa orang? Ya harus berbagi! Nilai ini dapat melatih kita agar jauh dari sifat pelit atau kikir. Tau kan,kalau sifat pelit itu sifat tercela?. Dan pada saat kita mayoran,makanan itu harus terbagi secara rata, satu dapat yang lain juga harus dapat begitu juga sebaliknya.Bayangkan saja, jika nilai bebagi tidak diterapkan saat mayoran, pasti akan terjadi iri hati dan ujung- ujungnya akan cekcok dengan teman yang lainnya. Ajaibnya, walau jatah makanan yang kita dapatkan sedikit,perut kita insyaallah terasa kenyang. Itu adalah hikmah dari berbagi, karena Allah akan melipat gandakan rezeki hamba-Nya dan yang suka berbagi kepada orang lain.Subhanallah.

3. Kesabaran

Perlukah kesabaran diterapkan saat mayoran? Ya, harus bagaimana tidak? Jika kita tidak sabar, makanan akan tercecer di mana-mana, kita juga harus bergantian mengambil jatah, pelan-pelan dan jangan turuti nafsu lapar.Seperti tadi yang saya bilang, kalau kita tidak sabar bisa saja di dalam nampan itu terjadi perang tangan yang tidak bisa dihindarkan.Sikap sabar ini juga melatih kita untuk menjadi pribadi yang tenang dan berjiwa positif.Otomatis kita tak mudah berprasangka buruk dan tak mudah marah jika menghadapi masalah.

4. Serakah hilang, berkah datang
jika ketiga nilai tadi sudah diterapkan semua,insyaallah keberkahan akan datang pada diri kita.Makanan yang kita konsumsi menjadi berkah dan memberikan manfaat untuk tubuh kita,jadi kita tidak sia-sia.

Banyak sekali kan?makna tersirat dari mayoran.Itulah salah satu dari beribu kebahagiaan menjadi santri.Kita dapat mengambil hal luar biasa dari sesuatu yang sederhana.Secara tidak langsung saat kita menjadi santri banyak kebiasaan-kebiasaan biasa yang menimbuhkan adab-adab terpuji.Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan,maaf bila ada kata yang salah apabila ada,kelebihan itu datangnya itu dari Allah dan apabila ada kekurangan itu datangnya dari saya sendiri.Salam juang salam santri!See you readers!Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *