Program Unggulan Nguri-Nguri Ngaji

Kamis (1/3) pagi, lantunan suara muraja’ah Al-Qur’an terdengar sahut-menyahut di gedung kelas unggulan MTs. Salafiyah. Dalam kaldik madrasah, tercatat bahwa hari ini akan berlangsung ujian tahfidz al-Qur’an dan qiro’ah kitab untuk anak anak beasiswa tahfidz dan kitab serta para santri kelas unggulan. Program kelas unggulan sendiri sudah berlangsung selama dua tahun ini di MTs. Salafiyah dengan orientasi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, Qiro’ah Kitab, Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris aktif, serta Sains.

Sehabis shalat tahajud dan ba’da shalat subuh, di Pondok Bunyanun Marshush yang merupakan pesantren khusus santri kelas unggulan, program muraja’ah antar teman dengan didampingi guru pendamping sudah dilaksanakan untuk persiapan ujian yang diadakan setiap 3 bulan ini, bagi kelas VII, para santri ditarget untuk dapat menyetorkan hafalan juz 30, atau yang masyhur dikenal dengan sebutan juz amma, adapun kelas VIII mereka harus menyetorkan hafalan juz 30 dan juz 1.

Ujian Tahfidz ini diuji langsung oleh para huffadz dari luar MTs. Salafiyah, dengan tujuan untuk menjaga subyektifitas penguji, juga melatih mental para santri agar berani mengaji bil-ghoib dihadapan penguji yang bukun guru pendampingnya sendiri. Selanjutnya setelah selesai ujian tahfidz, mereka kemudian melanjutkan ujian qiro’ah kitab dengan membaca kitab taqrib, yaitu kitab fikih bermadzhab syafi’i, dan diberikan pertanyaan seputar ilmu nahwu-sharaf berkaitan dengan materi yang telah ditentukan.

Program Kelas Unggulan di MTs. Salafiyah bertujuan untuk membentuk para santri dengan kemampuan keilmuan dasar yang kuat, sehingga nantinya mereka mampu mengembangkan keilmuan itu ditingkat pembelajaran selanjutnya. Target minimal dari program ini adalah peserta didik mampu berkomukasi dalam bahasa inggris dan bahasa arab secara aktif,  mampu membaca Al Qur’an dengan fasih dan  benar serta dapat menghapal minimal 3 juz – 30 juz,  mampu membaca kitab taqrib, terbiasa melakukan ibadah sholat sunnat dluha, tahajud, hajat,  witir dan sholat berjamaah, dan bagi para santri yang memiliki potensi, mereka dapat  menjuarai olimpiade sains dan lomba-lomba di tingkat  kabupaten, propinsi dan nasional. (Agassa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *