Khataman Kitab Arba’in Nawawi

Senin (23/1) menjelang maghrib, suasana Pondok Pesantren Bunyanun Marshush terlihat seperti biasanya, diwarnai hirup pikuk para santri yang bersiap-siap untuk berbuka. Namun, ada satu fenomena yang berbeda, mereka tidak duduk di ruang makan, tetapi taampak duduk bersila dan mengelilingi nampan nampan kecil yang berisi nasi dengan berbagai warna sayuran dan irisan irisan lauk ayam manaqiban. Sore itu mereka buka bersama dengan ala tajammu’, dimana setiap satu nampan dijadikan ajang rebutan lima orang, sangat ramai dan penuh nuansa kekeluargaan.

Khataman selalu menjadi momen yang ditunggu para santri, karena selain berharap barokah, pasti ada yang istimewa di saat seperti ini. Setelah berbuka, para santri kemudian shalat maghrib berjama’ah dan dilanjutkan dengan mengirim tahlil dan do’a yang dikhususkan untuk penulis Kitab Arba’in Nawawi, yaitu Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah.

Kitab kecil karya Imam Nawawi yang berjudul al-Arba’in an-Nawawiyah ini memuat kumpulan hadits sebanyak  42 hadits. Walaupun judulnya adalah Arba’in, yang berarti 40, tetapi jumlah hadits yang tertulis di dalamnya adalah 42. Dalam muqaddimahnya, Imam Nawawi mengatakan:

فقد روينا عن علي بن أبي طالب، وعبد الله بن مسعود، ومعاذ بن جبل، وأبي الدرداء، وابن عمر، وابن عباس، وأنس بن مالك، وأبي هريرة، وأبي سعيد الخدري رضي الله تعالى عنهم من طرق كثيرات بروايات متنوعات: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “من حفظ على أمتي أربعين حديثاً من أمر دينها بعثه الله يوم القيامة في زمرة الفقهاء والعلماء” وفي رواية: “بعثه الله فقيها عالما”.

وفي رواية أبي الدرداء: “وكنت له يوم القيامة شافعا وشهيدا”.وفي رواية ابن مسعود: قيل له: “ادخل من أي أبواب الجنة شئت” وفي رواية ابن عمر “كُتِب في زمرة العلماء وحشر في زمرة الشهداء”.

    “Kami telah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Abu Darda’, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Hurairah, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘Anhum dari banyak jalan dan riwayat yang berbeda: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Barangsiapa di antara umatku menghapal empat puluh hadits tentang urusan agamanya maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat bersama rombongan fuqaha dan ulama.’” Dalam riwayat lain: “Allah akan membangkitkannya sebagai seorang yang faqih (ahli fiqih) dan ‘alim.”

Selesai tahlil dan do’a yang dipimpin oleh Al-Mukarrom Kyai Ahmad Ruman Masyfu’, Al-Hafidz, para santri kemudian meneruskan aktivitas rutin mengaji tafsir jalalain yang diampu oleh Ustadz Agus Mardhib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *